Friday, October 26, 2012

#chitchat

tonight's chit-chat with him that (always) ended up make me drop some tears.. hehe
ah damn, Ilytb sweetheart.
:')

" I know. But also make me sad.. I want your smile.. Not your sadness.."



Happy 26 October 2012 anyway..


Saturday, October 6, 2012

Hello

Okay okay.... Hello all.. it's very long time no see :D

I just wanna say!

WELCOME, OCTOBER 2012





NEW DAY, NEW LIFE, BETTER PERSON (INSYA ALLAH)

besides, it's my birthday in the next 2 days! :D
so.. happy

hope for the long lasting happiness! ;D


ah..... Thank you, Rabb... for everything You gave me..
Thank you..
Thank you..
:'D

Tuesday, July 10, 2012

Mengenal Museum Di Indonesia dan Upaya Konservasi

1. Museum Nasional Jakarta (Museum Gajah)








Dirintis sejak 1778, sebagai museum tertua dan terbesar di Indonesia, telah dua abad Museum Nasional setia melestarikan warisan budaya Indonesia dengan lebih dari 141.000 koleksi dari seluruh Nusantara dan negara-negara tetangga. 


Beragam koleksi menarik dari jaman prasejarah sampai dengan koleksi khasanah budaya beserta sejarahnya bisa kita temukan. 
Seperti karya seni persembahan pande emas dari Kerajaan Kutai untuk keluarga Raja, berupa kalung emas berhias batu berlian bermotif dua ekor naga yang saling membelit yang mengandung makna kesuburan. 
Koleksi lainnya adalah keramik, numismatik, dan heraldik, arkeologi, geografi dan etnografi.






Ada pula koleksi rumah adat tradisional seluruh Indonesia, bagi mahasiswa arsitektur seperti kita, tentunya pengalaman dan pengetahuan seperti ini sangat bagus untuk menambah ilmu.









2. House of Sampoerna 






Terletak di "Surabaya Lama", kompleks bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan situs bersejarah yang patut dilestarikan. Awalnya digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda, kompleks ini dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna.
Museum ini menawarkan sebuah pengalaman unik. Mulai dari cerita tentang keluarga pendiri sampai melihat dari dekat fasilitas produksi rokok linting tangan dan berakhir dengan pengalaman tak terlupakan melinting rokok kretek dengan alat tradisional. Kita bisa bergabung dengan 3000 wanita di pabrik ini, yang dapat melinting lebih dari 325 batang rokok per jam.   


3. Museum Bank Mandiri


courtesy :  theresiaregina.wordpress.com




Menempati area 22.176 m2 di Gedung ex Nederlandsche Handel Maatschappij NV (1929) inilah museum perbankan pertama di Indonesia. Museum bergaya Art Deco Klasik di kawasan Kota Tua Jakarta ini menawarkan pengalaman perjalanan menembus waktu ke Bank Tempo Doeloe.
Suguhan pemandangan dari berbagai koleksi buku besar, mesin hitung, serta berbagai koleksi uang koin, uang kertas kuno, maupun surat-surat berharga dapat kita nikmati di ruang-ruang bank yang lengkap dengan perabotan antik ini. Ruang penyimpanan bawah tanah berukuran besar dan kecil dapat juga kita temui di museum yang megah ini.


  


4. Museum Geologi Bandung






Berbagai koleksi geologi dan pertambangan terlengkap di Indonesia dapat dijumpai di Museum Geologi yang diresmikan sejak 16 Mei 1929. Museum yang semula merupakan laboratorium, memiliki ragam koleksi bebatuan, mineral, meteorit, fosil dan artefak yang telah dikumpulkan sejak tahun 1850-an.
Koleksi unggulan yang terkenal adalah fosil manusia purba Homo erectus, fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus dan replika fosil dinosaurus karnivora terbesar dan terganas, Tyrannosaurus rex. Kapan dan bagaimana bumi kita terbentuk, sejarah kehidupan dari masa ke masa, fenomena geologi Indonesia serta hubungan geologi dengan kehidupan manusia, dapat juga dipelajari disini.
Disamping itu, berbagai pameran, penyuluhan serta kegiatan riset dialkukan di museum ini.  




5. Museum Batik Danar Hadi Surakarta






Museum Batik Danar Hadi mengisahkan sejarah batik melalui jalinan warna dan modif yang terwujud dalam helaian kain batik yang indah. Tersaji 600 helai batik kuno hingga batik kontemporer, yang masing-masing corak dan kehalusannya akan sangat memukau siapapun yang melihatnya.
Terdapat batik keraton yang tiap coraknya memiliki kisah dan makna beragam. Dapat pula dipelajari bagaimana mata pencaharian masyarakat dapat mempengaruhi keragaman batik. Ada pula motif-motif unik hasil perpaduan cerita dongeng asing dengan batik. Selain itu juga kita dapat melihat proses pembuatan batik tulis maupun batik cap serta proses pewarnaannya di area produksi Pabrik Batik Danar Hadi.




6.  Museum Ranggawarsita Semarang






Museum Negeri Ranggawarsita ini, selain sebagai tempat konservasi sekaligus tempat untuk belajar tentang sejarah kehidupan dan kebudayaan Jawa, menyimpan puluhan ribu koleksi yang tertata apik baik di dalam maupun di luar ruangan. Memasuki ruang pamer, terdapat gunungan kayu atau gunungan blumbungan yang dipopulerkan oleh Raden Patah pada abad 15. Gunungan yang menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya merupakan simbol filosofi masyarakat Jawa. Gunungan yang juga melambangkan babak baru dalam cerita seolah menjadi gerbong pembuka kisah yang dirangkai di Museum Negeri Ranggawarsita.


Koleksi museum disusun berdasarkan periodisasi waktu, mulai dari proses terbentuknya planet dan alam semesta, hewan dan manusia purba, sejarah peradaban yang muncul di Indonesia dan Jawa Tengah pada khususnya, hingga kebudayaan masa kini. Salah satu koleksi yang sering mengundang decak kagum adalah koleksi emas yang terdiri dari aneka perhiasan hingga benda-benda sarana upacara keagamaan serta mata uang. Tak hanya itu, Museum Negeri Ranggawarsita juga memiliki koleksi wayang yang sangat beragam mulai dari wayang kulit, wayang beber, wayang krucil, wayang kayu, wayang potehi, hingga wayang kontemporer.




Konservasi sebagai konsep merupakan proses Pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung terpelihara dengan baik. Meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi dan situasi local. Konservasi Kawasan atau sub bagian kota, mencakup suatu upaya pencegahan  perubahan sosial, dan bukan secara fisik saja.


Dari Aspek Proses Disain perkotaan :
Konservasi harus meproteksi keberadaan lingkungan dan ruang kota yang merupakan tempat bangunan atau kawasan bersejarah dan juga aktivitasnya.


Sasaran konservasi tersebut,


1)      Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian
2)      Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini
3)      Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian
4)      Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi.


Kategori obyek pelestarian :
1.    Lingkungan Alami (Natural Area)
2.    Kota dan Desa (Town and Village)
3.    Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
4.    Kawasan (Districts)
5.    Wajah Jalan (Street-scapes)
6.    Bangunan (Buildings)
7.    Benda dan Penggalan (Object and Fragments)






Dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa keragaman museum bersejarah yang ada di Indonesia merupakan upaya konservasi yang berfungsi untuk memperkaya pengalaman visual, memberi suasana permanen yang menyegarkan, memberi kemanan psikologis, mewariskan arsitektur, aset komersial dalam kegiatan wisata internasional.


**ditulis untuk memenuhi mata kuliah Konservasi Arsitektur

Monday, July 9, 2012

Kawasan Weltevreden Batavia

(Sumber : Wikipedia Indonesia dan hasil jalan-jalan bersama Komunitas Historia Indonesia)



Weltevreden (bahasa Belanda yang berarti dalam suasana tenang dan puas) adalah daerah tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran Batavia, Hindia-Belanda yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Batavia lama ke arah selatan. Letaknya kini di sekitar Sawah Besar, Jakarta Pusat yang membentang dari RSPAD Gatot Subroto hingga Museum Gajah. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Weltevreden merujuk kepada hampir seluruh daerah Jakarta Pusat sekarang.


Pada tahun 1648, pemerintah kolonian Hindia Belanda memberikan tanah yang kini menjadi pusat kota Jakarta pada Anthonij Paviljoun. Dan kemudian, pada 1657, sebuah benteng kecil yang disebut Noordwijk didirikan di kawasan yang kini letaknya tidak jauh dari Jl. Pintu Air Raya dan pekarangan Masjid Istiqlal.











Pada 1733, Justinus Vinck membeli tanah luas Weltevreden dan membuka dua pasar besar, yakni Pasar Senen dan pasar Tanah Abang. Pada tahun 1735, ia menghubungkan kedua pasar tersebut dengan sebuah jalan, yang sekarang disebut Jl. Prapatan dan Jl. Kebon Sirih yang juga merupakan jalur penghubung timur-barat pertama di Jakarta Pusat kini.


Pemilik berikutnya, Gubernur Jenderal Jacob Mossel (1704-1761), membangun rumah mewah di tikungan Ciliwung. Mossel juga menggali Kali Lio untuk memudahkan sekoci kecil mengangkut kebutuhan pasar. Pada 1767, rumah Weltevreden dibeli Gubernur Jenderal van der Parra. Kala itu, sebuah kampung di sekitar pasar telah terbentuk. Namun, tanah itu kemudian dijual lagi pada gubernur jenderal VOC terakhir, van Overstraten. Sejak masa itu, Weltevreden menjadi kedudukan resmi gubernur jenderal dan pemerintahannya. Di samping itu, markas militer akan dibangun pula di kawasan ini. Inilah langkah penting dalam pengembangan kota Jakarta selanjutnya.




Stasiun Gambir dulu bernama Stasiun Weltevreden.










Daerah sekitar Istana Weltevreden (di sekeliling Pasar Senen dan Lapangan Banteng sekarang) pada awal abad ke-19 sudah menggantikan kota sebagai pusat militer dan pemerintahan. Karena itu, makin banyaklah orang meninggalkan kota yang mulai tidak sehat itu, akibat tertimbunnya kali dengan lumpur, pendangkalan karena pembuangan kotoran, sampah serta ampas tebu serta oleh pasir Gunung Salak setelah ledakannya pada 1699 serta oleh salah urus, misalnya akibat penggalian Mookervaart (kini Kali Pesing).


Tak lama setelah Overstraten memutuskan untuk membangun markas militer baru, dua belas batalion Prancis tiba dari Pulau Mauritius. Para tentara ini ditempatkan di daerah antara Jl. Dr. Wahidin dan Kali Lio. Sampai beberapa tahun yang lalu, daerah bekas Jl. Siliwangi I – V masih merupakan daerah perumahan personel militer. Dan, sejak abad ke-18 selalu terdapat tangsi-tangsi di sekitar Lapangan Banteng (kini tinggal markas Korps Komando (KKO) Marinir; Brimob dan RSPAD). Sejak saat inilah Lapangan Banteng disebut Paradeplaats, yakni lapangan untuk mengadakan parade.




Pada tahun 1809 Gubernur Jendral Herman Willem Daendels mendirikan Paleis van Daendels atau disebut juga Het Groote Huis. Istana ini dirancang Kolonel J.C.Schultze, namun bangunan ini baru dapat diselesaikan pada 1826 dan 1828 oleh insinyur Tromp atas perintah Pejabat Gubernur Jenderal Du Bus de Ghisignies. Istana yang besar dan megah itu ditempati oleh Departemen Keuangan Hindia Belanda sampai masa pendudukan Jepang, sebelum akhirnya menjadi kantor Departemen Keuangan Republik Indonesia.






Daendels bermaksud menjadikan istana ini sebagai pusat ibukota barunya di Weltevreden. Istana dirancang oleh Kolonel J.C.Schultze. Adapun bahan bangunannya diambil dari benteng lama atau Kasteel Batavia yang mulai dirobohkan pada 1809. Namun, bangunan ini baru dapat diselesaikan pada 1826 dan 1828 oleh Insinyur Tromp atas perintah Pejabat Gubernur Jenderal Du Bus de Ghisignies. Di sebelah utara istana didirikan gedung Hoogeregtshof (Mahkamah Agung).






Untuk latihan militernya, Daendels mengalokasikannya di lapangan Buffelsveld (lapangan kerbau) yang kini menjadi Lapangan Monumen Nasional. Kala itu, mereka menyebutnya sebagai Champs de Mars. Sesudah masa kuasa sementara Inggris, lapangan itu diberi nama baru lagi (1818), yakni Koningsplein (Lapangan Raja), karena gubernur jenderal mulai tinggal di Istana Merdeka (sekarang).






Pada tahun 1821 didirikan di Theater Schouwburg Weltevreden, yang sekarang disebut Gedung Kesenian Jakarta.







*ditulis untuk memenuhi mata kuliah Konservasi Arsitektur

Tuesday, May 29, 2012

Random Noon

Siang-siang panas begini, sambil ngerjain Penelitian Ilmiah, tiba-tiba gue penasaran.

Kerja di Google kaya gimana ya kerjaannya? Kerja di Intel kaya gimana? Kerja di perusahaan yang basisnya nyari segala macem informasi yang diperluin gitu, rasanya kaya apa ya?

Umm.... sepertinya seru.

:)))

*random abis + super ngga penting*

Tuesday, March 6, 2012

Berjodoh Dengan 'The Last Day of Java Jazz 2012'

Subhanallah, alhamdulillah, dari awal juga udah percaya aja 'kalo rejeki emang ngga akan kemana' ;)

Super excited waktu tau line up JJF 2012 ternyata ada Mamas Gun, jadilah tertanam dalam hati kalo "apapun yang terjadi, harus dateng".
Di kepala, Pots of Gold-nya Mamas Gun adalah satu lagu yang selalu bisa bikin adem dan tenang tiap inget beberapa hal buruk. Kenal banget sama mereka juga engga, satu-satunya yang hafal hanya Pots of Gold karena dulu 'dikenalin' sama Trax FM

Dari awalnya yang niat banget bakalan dateng dengan ngejar tiket student price, mulai ajak temen yang bisa diajak, meski pada akhirnya mereka semua ngebatalin untuk dateng, nggak mungkin juga dateng sendirian. Akhirnya pasrah sama keadaan, semangat melempem dan yasudah bukan rejeki mungkin ngga bisa nonton Mamas Gun tahun ini. :')

Sempet ngetwit juga buat Mamas Gun di Jumat malam dan Sabtu pagi, 

titip sun jauh buat yang nanti malam nonton Mama's Gun, rikues Pots of Gold yaa...... :')


have fun  at JJF Jakarta :DD



Ternyata, Jumat malam dapet DM dari Tiara yang isinya, ngajak ke Java Jazz Minggu FOR FREE alias GRATIS! :D
Alhamdulillah...........
Tanpa pikir panjang, langsung jawab IYA, OKE, YUK! :DD
Dan pas kembali ngecek website javajazzfestival.com ternyata Mamas Gun tampil 2 hari, Sabtu & Minggu!!
Kalo jodoh emang ngga kemana, beneran deh, terharu banget..... :")
Jadi ceritanya dapet VIP daily pass-nya dari bosnya Tiara, dan sayangnya temennya ngga bisa dateng, mubazir kalo ngga dipake akhirnya saya yang beruntung hihihihi.
Berangkat dari GI jam setengah 4an dan nyampe JIExpo Kemayoran jam setengah 5 kurang. 


Setelah selesai proses registrasi & dikasih green VIP wristband, penanda kayak gini (yang sampe sekarang kita berdua ngga ngerti benefit-nya apaan -____-")

VIP Wristband


Langsung menuju Hall B2 Kementrian Perdagangan mau nonton Trio Lestari (Tompi, Glen Fredly & Sandy Sandhoro) meski udah agak telat dan antriannya itu. WOW. Penuh sesak dan panjang banget.


Pas nunggu antrian di depan Hall Kementrian Perdagangan
Mungkin mereka belajar dari kekurangan di tahun lalu yang penuh sesak dan lebih nggak teratur. Kali ini tiap hall dilengkapi pintu kaca dan beberapa sekuriti yang akan masukin orang per-kloter, jadi antrian yang panjang tadi bakalan masuk sedikit demi sedikit. Dari luar sayup-sayup kedengeran Glen nyanyi lagu Terserah dan kami yang masih nunggu diperbolehkan masuk ikutan nyanyi di depan. Hehe.



Trio Lestari
Akhirnya bisa masuk! Langsung nyusup-nyusup ke dalam kerumunan orang, cari spot yang nyaman. Lalu Sandi Sandhoro nyanyi Anak Jalanan, lanjut lagu Malam Biru yang akhirnya dinyanyiin bertiga dan masing-masing ngeluarin ciri khas vokal & improvisasi yang keren banget. 
Pertunjukan sore itu terkonsep banget, asik dan menghibur. Mereka banyak membahas sentilan-sentilan buat para politikus Indonesia. Dan sampe ngeluarin poster bikinan mereka 'Jamu Tolak Galau' dan Partai Trio Lestari yang merupakan plesetan dari salah satu partai yang jelas banget dari gambar & warnanya *wink*

Ada pula lagu ciptaan mereka yang diberi judul Mars Galau (nggak hapal lagunya ;p)
Mereka juga mengedarkan kotak bertuliskan 'Box Of Hope' yang bisa diisi penonton dengan uang berapapun jumlahnya, seikhlasnya untuk beramal.
Terakhir, mereka membawakan lagu Bohong yang dipersembahkan untuk para politisi Indonesia dengan slide-slide yang berisi foto-foto koruptor Indonesia yang cukup memalukan sih ya sebenernya berhubung banyak warga negara asing yang hadir disitu. 
Masih ada satu lagi, bonus lagu dari mereka, yaitu sama-sama menyanyikan lagu wajib Garuda Pancasila dengan ciri khas masing-masing yang jadi penutup sore yang seru & riuh banget di Hall B2 saat itu.


Jamu Tolak Galau by : Trio Lestari

Partai Trio Lestari
Lanjut mau nonton penampilan selanjutnya dari Swing Out Sister, menuju BNI Hall A3 tapi ternyata kita malah nyasar, salah stage :p
Agak lama, baru sadar karena kok kayanya penampilan dari The Barry White Show and Pleasure Unlimited Orchestra ini masih lama sedangkan SOS seharusnya udah mulai daritadi.
Lumayan juga sih nonton Mr. Barry White yang memesona ratusan penonton melalui vokalnya yang terkenal dengan warna 'baritone berat' dan satu hal yang paling kece malem itu di dirinya adalah, his cool black sequined coat / blazer (?) Me loving it! ;D
Barry White & The Pleasure Unlimited Orchestra

Menuju hall D2 untuk nonton Swing Out Sister, grup musik asal Inggris yang mengusung aliran "sophisti-pop" dan terkenal dengan lagunya yang hit pada tahun  1986 yaitu "Breakout". Yang ternyata belum dimulai dan masih banyak penonton yang duduk manis menunggu tirai panggung dibuka. Cukup lama ngaretnya mereka ini, sekitar sejam, akhirnya tirai dibuka dan muncullah Corrine Drewery dengan baju satin ungu yang keliatannya nyaman banget melambai-lambai ketika dia nari di panggung. And the best feeling is when they sing La..La..(Means I Love You). 

Sabar nunggu SOS manggung ;)



Swing Out Sister

Corrine Drewery

she's so talented!

AND THE BOMB WAS!
MAMAS GUN 


yeaaa! my boy, Mamas Gun is on the stage.

Andy Platts

Dave 'Eighties' Oliver

'Professor' Rex Horan
Okay, buat yang belum tau, Mamas Gun adalah sebuah Band dari London, UK yang bergenre pop / funk / soul / jazz. Terdiri dari Andy Platts (vokal) , Jack Pollitt (drummer), Rex Horan (bassist), Dave Oliver (keybordist), Terry Lewis (guitarist) dan salah satu lagu mereka yang paling terkenal di Indonesia adalah Pots Of Gold, favorit! :D

Adem.... banget kalo udah diputerin Pots Of Gold sama Trax Fm di masa itu (2010). Nah waktu line up JJF 2012 ternyata bakalan ada mereka, penasaran banget pengen tau pertunjukan langsungnya yang selalu lebih bagus ketimbang suara di radio/cd. 
Dan terbukti sodara-sodara!
Penampilan live mereka, keren banget! Mereka tampil maksimal meskipun kemarin pasti juga udah capek banget manggung di acara yang sama.
Suka banget dengan cara mereka ngebawain tiap lagunya, ketika nyapa semua penonton yang hadir, dan ternyata banyak banget fans mereka di Indonesia. Hehehe.
Fun, menyenangkan karena mereka sangat atraktif, Tiga orang ini (Andy, Rex & Dave) yang selalu bertingkah kocak di panggung, dan paling cinta sama Dave yang banyak banget joget-joget aneh tapi seru dan permainan keyboardnya yang mainin banyak efek make Mac & Synth miliknya.

Whoaaah! 14 Lagu, kurang gimana coba ya! SUKA & CINTA MEREKA BANGET!! XD 

Meski banyak juga yang nggak mengenal siapa mereka, tapi mereka udah dapet beberapa pencapaian yang bagus loh. Karena keramahannya, kocak & asiknya mereka, band ini terbilang hampir nggak pernah dapet review buruk dari media.

Uncut (Magazine) ngasih 4 bintang untuk album Routes to Riches-nya. Mereka (Uncut) bilang, "(It's a) masterclass in blue-eyed bubblegum soul, as heart-warmingly catchy as anything from Stevie Wonder's '70s purple patch"

Mereka juga pernah featured di The Times 'Why You Must Hear Feature'

Kalo kata koran lokalnya UK, The Guardian penampilan mereka ini, "gorgeous, melting soft rock” and “redolent of Young Disciples' long-lost 90s Brit-soul classic Apparently Nothin'". 


me, in front of their stage act! :D


Diantara 14 lagu yang mereka bawain semalem, yang jadi favorit selain Pots of Gold, ada Psycho Territory, House On A Hill ,  You Are The Music, Let's Find A Way, The Art, Reconnection, Inferno pokoknya puas banget dehPenampilan mereka dahsyat kerennya & super beruntung bisa nonton live perform Mamas Gun di JJF tahun ini. Kami berjodoh! :D



Sate ayam penuh perjuangan ;P
Setelah puas sama pertunjukannya Mamas Gun, kami istirahat dulu makan. Lumayan, kegirangan sambil joget-joget bareng mereka emang bikin lemes puas #ambigu. Hahahaa..
Langsung ke food hall, cari-cari makanan dan karena kelaperan banget yang dicari tak lain dan tak bukan. Sate Padang! Yes. Ternyata susah banget nyari Sate Padang, padahal pas muter-muter pertama Tiara sempet liat ada yang jual Sate Padang tapi pas kita keliling lagi ngga nemu hihihi. Capek keliling akhirnya nyari Sate Ayam aja, dan lagi-lagi kurang beruntung karena di semua tempat yang jual 10 tusuk sate rp.30 ternyata habis! Tinggal satu-satunya, Sate Senayan yang isinya 5 tusuk sate aja & lontong. Sate termahal abad ini.
 -____-" Kecewa, tapi gapapa deh daripada laper, soalnya siang cuma kemasukan kopi + Tokyo Cheese Danish :p

The Awsome One, Phil Perry
Setelah istirahat, kita sempet bingung mau nonton apalagi. Pas ngeliat ada antrian panjang yang sangat rapi menuju C1 First Media Hall, yang ternyata artisnya Phil Perry, akhirnya kita memutuskan untuk ikut antri. 
Ternyata antrian panjang tadi karena venue yang dipakai buat pertunjukan Phil Perry adalah duduk! Pantes butuh waktu yang cukup lama buat ngatur masuk & ngambil spot yang bagus.
Kaget juga karena dari 1782 seats  yang tersedia, masih ada aja ratusan orang yang berdiri di deket pintu luar dan duduk lesehan di depan panggung. 

Yak, Mr.Phil Perry tampil sangat memukau dan suaranya bagus banget padahal beliau ini artis taun 70-80-90an. 3 Dekade. Dan mayoritas penonton memang yang sudah berumur, tapi takjubnya lagi anak mudanya pun banyak, sekitar 40%. Umur beliau juga udah tua banget tapi performanya masih bagus. Less effort for doing an awesome job!

Suaranya bagus, improvisasinya keren, bahkan siulannya aja merdu banget. Beliau banyak muji penonton Indonesia yang masih banyak yang suka sama jazz & penampilannya. He said that he loves to see Indonesians's smile :)
Lagu It Might Be You jadi encore yang sangat memukau, lagu favorit hampir seisi ruangan. Terharu, takjub dan senang bercampur aduk.

Me & Tiara :D


And again, once again.. Thanks a lot Tiara for a (sudden) great opportunity and finally bring me back to JJF this year :')
Lama nggak bisa ketemu dan main bareng, terakhir di 10 Oktober 2010 *astaga lama banget..* justru ketemu dadakan di Java Jazz tahun ini, sama-sama pengen nonton Mamas Gun dan sama-sama senang riang karena hari terakhir JJF 2012 memuaskan banget penampilan semuanya. Hihihihi...
Harapan selanjutnya, semoga tahun depan kembali berjodoh dengan Java Jazz Festival 2013, dan sudah punya kamera DSLR jadi lebih puas foto-fotonya dan nggak harus berurusan sama masalah 'keabisan batere kamera' 



Thank you for reading, pals! :D

Thursday, February 23, 2012

Random Post

 
Beberapa buku yang baru dibeli buat menemani liburan seminggu. 
A Very Yuppy Wedding ( Ika Natassa) Life Traveler (Windy Ariestanty) Antologi Rasa (Ika Natassa)
A must read books! Trust me ;)

Akuarium kecil yang baru dibuat Papa, hadiah buat Salwa.
Memang berbeda dengan akuarium yang sebelumnya (yang jauh lebih besar), tapi setidaknya saya punya teman dikala harus begadang atau di rumah sendirian :)

Some random words on my white board when I got so angry about something.
This white board usually used for works or learning so many things.
 It's hang on my living room's wall.

This is the 'after - zoom - in' words I've told you before ;)
Can you read that? haha

A gift from my Lecturer straightly come from Paris :D
Simply beautiful, huh?

Iseng - iseng mencoret kulit tangan seperti yang sering dilakukan sejak kecil dulu.
Pergelangan tangan adalah lokasi terbaik, tepat diatas urat nadi.
Positif.
Agar selalu teringat bahwa apapun yang akan dilakukan, dasarnya adalah :
 perbuatan/ucapan positif untuk banyak orang.
*if only I can use the needle and inks on it. hahaha, kidding, much!

Diambil di teras belakang rumah dikala hujan sore hari.
Tenang, ramah, syahdu.
Siapa yang tidak suka hujan disini? :)

Taman disamping pos polisi dekat lampu merah Jl. Ir. Djuanda 16 Smansa Bogor tercinta 
Dulu, taman ini nggak serapi dan biasa banget.
Setelah sekian lama nggak ke Bogor, ternyata direnov jadi seindah ini :D

Kemang Village, lokasi tempat Kerja Praktek.
A very nice and comfort environtment, beautiful lights when it goes night.
Never forget this place :D  

My F21's favorite tee.. :D
Nyaman banget kaosnya, loose, ukurannya XL, harganya cuma 50k, music & concert printed.
My favorite colours and becoming my last-meet-tee! Hahah