Tuesday, July 10, 2012

Mengenal Museum Di Indonesia dan Upaya Konservasi

1. Museum Nasional Jakarta (Museum Gajah)








Dirintis sejak 1778, sebagai museum tertua dan terbesar di Indonesia, telah dua abad Museum Nasional setia melestarikan warisan budaya Indonesia dengan lebih dari 141.000 koleksi dari seluruh Nusantara dan negara-negara tetangga. 


Beragam koleksi menarik dari jaman prasejarah sampai dengan koleksi khasanah budaya beserta sejarahnya bisa kita temukan. 
Seperti karya seni persembahan pande emas dari Kerajaan Kutai untuk keluarga Raja, berupa kalung emas berhias batu berlian bermotif dua ekor naga yang saling membelit yang mengandung makna kesuburan. 
Koleksi lainnya adalah keramik, numismatik, dan heraldik, arkeologi, geografi dan etnografi.






Ada pula koleksi rumah adat tradisional seluruh Indonesia, bagi mahasiswa arsitektur seperti kita, tentunya pengalaman dan pengetahuan seperti ini sangat bagus untuk menambah ilmu.









2. House of Sampoerna 






Terletak di "Surabaya Lama", kompleks bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan situs bersejarah yang patut dilestarikan. Awalnya digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda, kompleks ini dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna.
Museum ini menawarkan sebuah pengalaman unik. Mulai dari cerita tentang keluarga pendiri sampai melihat dari dekat fasilitas produksi rokok linting tangan dan berakhir dengan pengalaman tak terlupakan melinting rokok kretek dengan alat tradisional. Kita bisa bergabung dengan 3000 wanita di pabrik ini, yang dapat melinting lebih dari 325 batang rokok per jam.   


3. Museum Bank Mandiri


courtesy :  theresiaregina.wordpress.com




Menempati area 22.176 m2 di Gedung ex Nederlandsche Handel Maatschappij NV (1929) inilah museum perbankan pertama di Indonesia. Museum bergaya Art Deco Klasik di kawasan Kota Tua Jakarta ini menawarkan pengalaman perjalanan menembus waktu ke Bank Tempo Doeloe.
Suguhan pemandangan dari berbagai koleksi buku besar, mesin hitung, serta berbagai koleksi uang koin, uang kertas kuno, maupun surat-surat berharga dapat kita nikmati di ruang-ruang bank yang lengkap dengan perabotan antik ini. Ruang penyimpanan bawah tanah berukuran besar dan kecil dapat juga kita temui di museum yang megah ini.


  


4. Museum Geologi Bandung






Berbagai koleksi geologi dan pertambangan terlengkap di Indonesia dapat dijumpai di Museum Geologi yang diresmikan sejak 16 Mei 1929. Museum yang semula merupakan laboratorium, memiliki ragam koleksi bebatuan, mineral, meteorit, fosil dan artefak yang telah dikumpulkan sejak tahun 1850-an.
Koleksi unggulan yang terkenal adalah fosil manusia purba Homo erectus, fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus dan replika fosil dinosaurus karnivora terbesar dan terganas, Tyrannosaurus rex. Kapan dan bagaimana bumi kita terbentuk, sejarah kehidupan dari masa ke masa, fenomena geologi Indonesia serta hubungan geologi dengan kehidupan manusia, dapat juga dipelajari disini.
Disamping itu, berbagai pameran, penyuluhan serta kegiatan riset dialkukan di museum ini.  




5. Museum Batik Danar Hadi Surakarta






Museum Batik Danar Hadi mengisahkan sejarah batik melalui jalinan warna dan modif yang terwujud dalam helaian kain batik yang indah. Tersaji 600 helai batik kuno hingga batik kontemporer, yang masing-masing corak dan kehalusannya akan sangat memukau siapapun yang melihatnya.
Terdapat batik keraton yang tiap coraknya memiliki kisah dan makna beragam. Dapat pula dipelajari bagaimana mata pencaharian masyarakat dapat mempengaruhi keragaman batik. Ada pula motif-motif unik hasil perpaduan cerita dongeng asing dengan batik. Selain itu juga kita dapat melihat proses pembuatan batik tulis maupun batik cap serta proses pewarnaannya di area produksi Pabrik Batik Danar Hadi.




6.  Museum Ranggawarsita Semarang






Museum Negeri Ranggawarsita ini, selain sebagai tempat konservasi sekaligus tempat untuk belajar tentang sejarah kehidupan dan kebudayaan Jawa, menyimpan puluhan ribu koleksi yang tertata apik baik di dalam maupun di luar ruangan. Memasuki ruang pamer, terdapat gunungan kayu atau gunungan blumbungan yang dipopulerkan oleh Raden Patah pada abad 15. Gunungan yang menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya merupakan simbol filosofi masyarakat Jawa. Gunungan yang juga melambangkan babak baru dalam cerita seolah menjadi gerbong pembuka kisah yang dirangkai di Museum Negeri Ranggawarsita.


Koleksi museum disusun berdasarkan periodisasi waktu, mulai dari proses terbentuknya planet dan alam semesta, hewan dan manusia purba, sejarah peradaban yang muncul di Indonesia dan Jawa Tengah pada khususnya, hingga kebudayaan masa kini. Salah satu koleksi yang sering mengundang decak kagum adalah koleksi emas yang terdiri dari aneka perhiasan hingga benda-benda sarana upacara keagamaan serta mata uang. Tak hanya itu, Museum Negeri Ranggawarsita juga memiliki koleksi wayang yang sangat beragam mulai dari wayang kulit, wayang beber, wayang krucil, wayang kayu, wayang potehi, hingga wayang kontemporer.




Konservasi sebagai konsep merupakan proses Pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung terpelihara dengan baik. Meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi dan situasi local. Konservasi Kawasan atau sub bagian kota, mencakup suatu upaya pencegahan  perubahan sosial, dan bukan secara fisik saja.


Dari Aspek Proses Disain perkotaan :
Konservasi harus meproteksi keberadaan lingkungan dan ruang kota yang merupakan tempat bangunan atau kawasan bersejarah dan juga aktivitasnya.


Sasaran konservasi tersebut,


1)      Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian
2)      Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini
3)      Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian
4)      Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi.


Kategori obyek pelestarian :
1.    Lingkungan Alami (Natural Area)
2.    Kota dan Desa (Town and Village)
3.    Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
4.    Kawasan (Districts)
5.    Wajah Jalan (Street-scapes)
6.    Bangunan (Buildings)
7.    Benda dan Penggalan (Object and Fragments)






Dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa keragaman museum bersejarah yang ada di Indonesia merupakan upaya konservasi yang berfungsi untuk memperkaya pengalaman visual, memberi suasana permanen yang menyegarkan, memberi kemanan psikologis, mewariskan arsitektur, aset komersial dalam kegiatan wisata internasional.


**ditulis untuk memenuhi mata kuliah Konservasi Arsitektur

No comments:

Post a Comment