Hello world!
been a while since i'm not posting anything here...heheh
I just trying to change my old habit. Lazy to write or post whatever things in my page.
well....
Hopefully I can be a better blogger this year. amin.
:)
First of all....
Siapa yang suka sama segala hal berbau seni?
tunjuk tangan!!! *SAYA!*
ya berhubung punya sohib-lengket-abis-banget-dan-doyan-jalan-Jakarta anak DKV dan salah satu karyanya dipamerkan juga di rangkaian acara Decompression #10 tepatnya di Jakarta 32˚C ( tag @zitapanda ) dan doyan 'nyeni' (tag @raindr15 ) jadinya sering banget mampir deh ke Galeri Nasional
*iya yang di depan stasiun Gambir itu..
nagih banget kesini kalau ada waktu luang & event bagus. #mustvisitplace
dan hari selasa kemarin, gw bela-belain dateng kesana lagi karena ada Artist Talk's discussion gitu dimana disana ada Irwan Ahmett (Iwang) my favorite artist! hehe
setelah waktu dulu BPA Exhibition di Gedung Mandiri Kota gw ngga bisa dateng, thank God hari itu gw bisa meluangkan waktu kesana. and meet him at the same room! yuhuu..
~kindly visit Ahmett-Salina's work here
Lanjuut..
DECOMPRESSION NO. 10
Apakah ini?
Menurut Program Book yang gw dapatkan di venue dan dari twitt @nastashabigail *one of my fav. announcer @ traxfmJkt acara ini adalah Rangkaian Kegiatan 10 Tahun ruangrupa yang didalamnya ada rangkaian pameran, proyek kolaborasi, seminar, program pemutaran film dan festival musik, lokakarya, penerbitan buku, peluncuran video dan film, produksi karya seni di sejumlah ruang publik dan juga pertemuan antar-jaringan dan organisasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Pamerannya sendiri diadain dari tanggal 28 Desember 2010 sampe 12 Januari 2011 nanti di Gedung A, B, C
karyanya siapa aja? banyak sih.. meet their official page aja ya disini.. hehe
*ketauan males deskripsiin ;)
Nah! Selasa 4 Januari kemarin itu gw hadir di salah satu acaranya mereka,
Artist Talk ruru and Friends, pembicaranya ada Reinaart Vanhoe (Netherlands), Tintin Wulia (Indonesia), Irwan Ahmett (Indonesia), Rosliham Ismail (Malaysia) and Jean-Gabriel Périot (France)
Moderatornya Indra Ameng (Indonesia)
Jujur, awalnya gw ngga tau mau ngapain disana, ngga ngerti acaranya kaya gimana *rencana awal malah pengen liat pamerannya aja trus nonton The Tourist haha* dan apa aja yang mau mereka omongin di acara ini.
Tapi yaudah lah, toh ada Irwan Ahmett ini. yay! hehe
Acara jam 3 sore, tapi gw sampe sana jam setengah 4 gw pikir udah mulai tapi ternyata yang dateng aja baru beberapa gelintir orang.
Setelah registrasi, duduk manis menunggu acara mulai. Akhirnya jam 4 acara mulai juga..
Dimulai dengan perkenalan masing-masing artist, Tintin Wulia (Denpasar-Indonesia)
(yang-tadinya-saya-ngga-tau-sama-sekali-siapa-beliau) yang cerita kalo dia sejak 2002 gabung dengan ruru, trus cerita juga kalo benci banget sama Jakarta berhubung dia berasal dari Bali dan majornya adalah video art dengan fakta bahwa dia dulunya lulusan Arsitektur UnPar!! *amazed.jangan-jangan someday juga gw bisa pindah jalur.ihhihihi.ngikik*
Presentasi film Everything's OK yang dibuat tahun 2003-an, bercerita tentang perkembangan sebuah kota yang semakin tumbuh setiap harinya. Analogi dari hiruk pikuk pembangunan Jakarta yang ngga ada habisnya, lahan rumah tinggal, estate, high rise dan segala macam kolonialisasi perkotaan yang mau ngasih tau kita semua kalo, well.. dengan segala carut marut yang terjadi dengan pembangunan di ibukota,
everything is going to be okay, incontrary it's definitely NOT OKAY!
film pendek 3menitan dengan modeling rumah, bangunan, pohon, orang dll yang terbuat dari styrofoam.
*khas banget pemikiran anak arsi deh, thumbs up!
Sayang setelah googling videonya ngga bisa ditemukan sembarangan di internet. Jadinya gw ngga bisa kasih liat deh..hehe
Lucunya, ketika Tintin Wulia presentasi, persiapan yang dia punya ngga ada, spontan, rileks, santai dan ngalir gitu aja. bahkan muter film tadi aja sempet bingung mau di laptop siapa, kabel proyektor yang agak 'goyang' dan beberapa gangguan teknis kaya suaranya yang ngga jelas pada awalnya gara-gara ngga ada speaker.
Karya dia di Decompression ini berupa Mobile Window.
Jadi, ada sebuah. eh, 3-4 jendela gitu diatas sebuah gerobak/cart/kereta dorong kayu yang akan menjadikannya sebuah ruang. meski pada kenyataannya pasti yang ada adalah ruang luar/outdoor tapi dengan cara pandang lain mobile cart ini bisa jadi sebuah ruang dalam oposisi pemikiran yang beda.
Intinya akan ada beberapa sketchers / orang-orang yang suka-hobi-jago-mahir sketsa yang akan menggambar sketsa ruang yang terlihat dari balik jendela.
Next, ada Rosliham Ismail (KL-Malaysia)
an artist who have some friends here in Indonesia, really love AirAsia, talk with some people, mingling, nice and attractive person yet very funny at all! he said that he pretending to be a cheerleader when he come first to ruru at 2004. *saking kocak dan 'penggembira suasana' hahaha.LOL!
he just did film poster in Bangladesh. Fiction actually. ( funny and stupid film, he said to us :p )
in ruru he has a group called Tukang Teror or something haha
and did a fiction film trailer project the title was :
- Lelaki Peminum Darah Datang Bulan
-Ojek Setan
-Ada Kanibal di Jakarta
he said that he didn't make a trailer but the making of that films! LOL.
*saking absurdnya kerjaan yang mereka lakukan. hehehe.. semua dikerjakan dengan budget yang terbatas dan ngga terencana karena yang akan diperluin keesokan harinya untuk syuting ngga bisa diprediksi sejak hari ini. kocak banget deh.
Next, Jean-Gabriel Périot (France)
punten nih ya sebelumnya, berhubung dia bule Prancis asli dan bahasa inggrisnya 'masya allah' alias gw cuma sanggup denger dan artikan beberapa patah kata aja. jadilah gw rada bingung dia cerita apa aja,
the interesting one was he could combining a good outfit. very classy and fresh, wearing pink shirt (shocking pink actually) with denim pants, pink socks, deep brown sneakers and black glasses.
He talk about 'ruang waktu' where nothing in past could defined a thoughful periods.
Yang jelas sih ya, yang gw tau dari seorang Jean-Gabriel Périot adalah dia seorang French Film Director aka sutradara film asal Prancis (1974)
Has directed many short films, most of which deal with violence and history. They include We Are Winning Don't Forget (2004), Dies Irae (2005), Eût-elle été criminelle…(2006), 200 000 Fantômes (2007) and Entre chiens et loups (2008), all screened at previous editions of l'Alternativa.
Festivals
International Film Festival Rotterdam 2010
Tribeca Film Festival 2010
Cinéma du Réel 2010
Côté Court Pantin 2010
~In 1914, the Czech architect Jan Letzel designed in the Japanese city of Hiroshima Center for the World Expo, which has turned into ruins after the atomic bombing in August 1945. “Atomic Dome” – all that remains of the destroyed palace of the exhibition – has become part of the Hiroshima memorial.
In 2007, French sculptor, painter and film director Jean-Gabriel Périot assembled this cinematic collage from hundreds of multi-format, color and black and white photographs of different years’ of “Genbaku Dome”.
before the last, Reinaart Vanhoe (Netherlands)
Major in print art, join with ruru since 2000 and again, like the others he said that he have no preparation for speaking in this event, the unexpected work.
Yup, I didn't know how come it happened. a moment of time indeed.
Collecting a memory about this city, Jakarta.
ngga banyak cerita sih, kebanyakan ngasih pendapat pas jawab pertanyaan di sesi tanya jawab. seru banget! pemikirannya 'saklek' abis, maklum sih. tipikal Belanda emang gitu kan. hehe.
a nice and friendly and smart in such a complete combination! perfectness.
you can also find what he really doing in fine arts here
The names mentioned on the homepage are family names.
These family names are also villages in the region of the 'Kempen', Belgium, somewhere between Antwerp and Liege. Most of the people live in a village that lays next to the village of their family name. So u read 'John of Brussels' from Antwerp.
All are somehow traders, they run their own business, . Classic as a bakkery, garage over fysiotherapie, construction, bookkeeper to a hearing aid shop.
Last but not least, Irwan Ahmett (Indonesia)
partner hidup dari seorang Tita Salina *yang sayangnya kemarin ngga hadir di Galeri Nasional* sesama artist lulusan IKJ yang mempesona gw dengan proyek Urban Play-nya, disaat gw meghibur diri gara-gara absen ngga bisa dateng ke pameran Budi Pradono Architect beberapa minggu yang lalu di Museum Mandiri Kota dimana disana Ahmett-Salina hadir buat presentasi karyanya.
yang punya motto Learning-Experiencing-Playing
Senang sekali akhirnya kesampaian bisa melihat dan tau lebih banyak tentang apa yang dikerjakan oleh beliau.heheheh
gw akui, satu-satunya orang yang well prepared untuk presentasi hari itu hanyalah dia seorang!
and he gave me the complete Urban Play Video there.. sementara orang-orang lain yang hadir disana baru terpesona dan tepok tangan, gw udah sangat semangat dan cengengesan kesenengan aja dari awal presentasi dia dimulai.hehe
the absolute interesting one is a poster about "Aku Meninggalkan Jakarta atau Jakarta Meninggalkanku"
poster 'sentilan' tentang Jakarta yang semakin menyeramkan dan tidak tertolong sampai pada klimaks pertanyaan apa yang terjadi dengan kota Jakarta.
sebenarnya siapa dan apa yang meninggalkan Jakarta.
menarik, karena posternya itu terdiri dari 2 orang yang berdiri tanpa ekspresi diantara crossing kendaraan di perempatan lampu merah *entahlah dimana itu* pake masker, disekelilingnya penuh asap kendaraan, kotor, sumpek, rame, penuh, sesak, dan dibelakangnya ada banner gede banget *tapi sorry gw lupa tulisannya* yang jelas pelengkap tulisan gede banget didepan Ahmett-Salina "Aku Meninggalkan Jakarta atau Jakarta Meninggalkanku"
Jleb!
nancep!
dalem!!
yang jelas dari pertemuan kemarin, gw bener-bener ngerasa kalo setiap artist itu punya pemikiran yang super jauh, dalem dan rumit.
mereka peka banget dengan segala hal yang terjadi di sekitar, peduli dan berusaha menampilkan karya yang merepresentasikan sesuatu yang bisa dicerna banyak kalangan. nggak terbatas yang bisa 'ngebaca' doang.
Irwan Ahmett pun cerita kalo Urban Play Project yang kemaren itu parameternya kalo anak SD diceritain bisa ngerti, berarti proyek mereka berhasil. then they have done it best!
Dan proyek selanjutnya, parameternya adalah ibu mereka, kalo ibunya bisa ngerti dengan maksud yang mereka ingin sampein. berarti proyeknya berhasil, nah kalo ngga ngerti juga ibunya, gagal deh tuh. hihihi
well good luck to you both, Ahmett-Salina. I'll be waiting for your next project!
Love this event banget lah! :D
Sorry kalo agak berantakan cara penulisannya.. nggak jelas mau ditulis berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia karena acaranya full berbahasa Inggris dan ngga semuanya gw ngerti.hehe.
maklum deh, masih belajar.
~~Good nite good people, see ya soon...