Listen To The World.net a tribute to I Wayan Sadra
enjoy....
29 april 2011 Rossi Fatmawati 08.15 pm
Listen to the world.
Karena telat, forum diskusinya sudah lewat. Hiks, too bad.
Tapi di auditorium ini sekarang ada pagelaran masih dari seniman berbakat dengan kualitas music yang sangat bagus dan mengesankan. cool!
Penampil pertama:
-gitar akustik. Nyanyi. Gw ngga tau siapa beliau.
-mbak enny agustien dengan guzhengnya yang selalu memukau.
-space system (ojon & ario) dengan mas anes pada gitar akustik
-pak sugeng praktikno dan anaknya adam, anaknya main semacam beat box (ala robot dgn mulut)
-reza malik. Elektrik gitar. AED
Permainan yang sangat menarik, menerawang ke imajinasi terdalam. Sangat detail dan kenikmatan yang dihasilkan dari apa yang ditampilkan begitu mempesona siapapun yang mendengarnya.
Great! Really great…!
-curah melodi yang mandiri. Abim. synthesizer & gameboy
wow!
Mungkin kalo mau mencari musikalitas yang memang patut untuk diacungi jempol, percuma kalau hanya berpaku pada layar kaca yang aliran musiknya cenderung seragam dan tidak memberikan sebuah ‘rasa’ yang berbeda untuk pendengarnya..
Filosofinya mungkin mirip seperti jazz / blues yang memiliki penikmat tersendiri dalam bermusik.
Tapi
Music yang ditampilkan mala mini cenderung ekstrimis dengan totalitas yang luar biasa maksimal.
Apa ya, yang dihadirkan benar benar memanjakan telinga yang kehausan akan sebuah seni yang berasa lain dari yang sudah sudah.
Gitar akustik, listrik, guzheng yang menawan, keindahan nuansa elektro & robot bahkan gameboy bisa dijadikan alat music. Uber cool!
Mungkin salah jika gue menafsirkan keindahan music lewat kata-kata.
Tapi buat gue.
Keindahan tadi tanpa rekaman kalimat seperti tanpa arti yang sepi #halah
Yak. I’ll enjoying the whole music performance ya then I’ll tell you bout that later ;)
Ok…
Ngedengerin semua ini. Emosi gue diaduk-aduk dari titik tertinggi sampe titik terendah yang pernah ada. Dahsyat!!!!!!
Imajinasi lo dibawa menerawang jauh ke lapisan langit ke tujuh..
Tafsir sendiri deh dengan pendapat lo, tapi sejujurnya memang inilah yang gue rasakan. Ini yang pengen gw kasih liat ke lo semua.
-Hendrikus. Perkusi. Kasak-kusuk
DAHSYAT! Perkusi yang ditalukan dengan penuh penghayatan terdalam, bahkan gemerincing yang manis dari rentetan semacam windchime stainless itu terasa sangat damai. Energy yang dihasilkan luar biasa. Setiap inci yang akan diperdengarkn seakan sudah sengaja dibuat sebagai obat bius bagi siapa saja yang mendengarnya.. J
-Openg (Semarang) property dustbin alumunium. Berpuisi in collaboration with Reza Malik di electric guitar.
*oh come on!! Selama di perjalanan gue membaca novel yang gue beli di Bali seharga 5rb rupiah saja berjudul Hubbu Mashuri yang berisi pangruwating njawi.
Sekarang di depan mata disuguhkan oleh seseorang dari semarang ini berupa apa ya, mungkin kalo di sunda semacam pupuh/pupuguh. Tapi isinya kalimat berbahasa jawa yang kental dengan suasana mistik dan sesah hati yang ingin diluapkan.
Keren, banget!
Sinkronisasi antara gitar listrik dan suara khas tembang jawa yang dilantunkan oh my… semua dibawa terbius dengan lelap suasana khidmat malam ini.
Terbebas dari rasa penat, lesu.
“aku terimajikan dengan gambaran negeriku……
Ibu, nadamu sendu. Buatku kuyu”
”menangis bukanlah hal cengeng ibu, maaf tidak bisa membuatmu tenang” Openg-Semarang.
-Irwansyah Harahap (Medan) Hening. Property : sebut saja gitar arab :p
Nuansa timur tengah terdengar sangat kental disini.kerumitan permainan petikan gitarnya menghasilkan nada-nada indah yang ekspresif dan nyaman untuk dinikmati.
#intermezzo di belakang panggung terdapat sebuah ng.. mari sebut saja sebagai sebuah ‘instalasi’ yang bertuliskan
“something we said the dobbie brothers, they say art should be selling. They are commodities. Majority rules!“
Nah itu tadi sesi 1, berlajut ke sesi 2 dimana sesuai dengan tema kali ini. A tribute to I Wayan Sadra maka sesi 2 menampilkan performance Sadra yang dibawakan oleh mereka semua. (yang tadi tampil di sesi 1)
I wayan Sadra- Bola telah terlalu lama menggelinding.
Musisi : enny agustien (guzheng), hendrikus (perkusi), ojon (keyboard & synthesizer), adam (biola), anes kuo (gitar akustik), openg (perkusi) reza malik (gitar elektrik) sugeng pratikno (suling bamboo) aryo (keyboard)
Just one word : DAHSYATTTTT!
I Wayan Sadra – Doa
Musisi : enny agustien (guzheng), ojon (keyboard synthesizer) hendrikus (perkusi) adam (beat box) anes (gitar akustik) abim (synthesizer) Irwansyah Harahap, Bli Komang Astite (suling bamboo), Hideaki (singapore)
Rhytm Salad League – Preketek Uler Keket
*that’s the real title lho, guys. I didn’t lie :P
Perpaduan apik antara gitar elektrik, guzheng, gitar akustik, synthesizer, seruling bamboo, keyboard, kendang, perkusi, tatalu, dan sebuah alat entahlah namanya apa yang bersuara seperti kastanyet.
Ada pula tamu dari Aceh, Maestro Tari Aceh, Pak Uki, Bang Helmy.
AWESOME PERFORMANCE!!!!!!
Parah banget kerennya. Sumpah deh, semuanya sampe histeris. Dan standing applause. Keren banget.
What an amazing experience I had yesterday…
*tulisan asli dari corat-coret notebook @ratihwr pada saat acara berlangsung.