
4 March 2010
9.52 am
Kenapa gw selalu ngga bisa me-manage emosi dengan baik dan benar?
Kenapa gw teramat sangat mudah meneteskan air mata?
Dan kenapa juga gw masih aja bersikap ceroboh dan kasar?
Dimanakah letak sifat keibuan dan kelembutan yang seharusnya gw miliki?
Kenapa orang lain bisa, dan gw ngga?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Jutaan pertanyaan mengapa, kenapa selalu melingkupi otak gw. Bukan karena ketidakbersyukuran gw atas segala sesuatu yang Tuhan telah berikan ke dalam hidup gw. Tapi sesungguhnya gw hanya mencari jawaban yang masuk akal atas pertanyaan – pertanyaan tadi.
Ketika gw berhasil menemukan potongan puzzle yang hilang, ketika gw berhasil menemukan berbagai jawaban atas pertanyaan yang diri gw sendiri berikan, ketika gw merangkai alasan yang lebih masuk akal dan mudah diterima (oleh diri gw khususnya), itulah esensi yang gw inginkan. Pemikiran positif yang selalu gw coba sesakkan ke dalam otak di setiap harinya, yang (berharap) bisa memberikan efek kelegaan yang luar biasa dibalik setiap kekhawatiran yang gw rasakan. Setiap waktu.
MENCOBA. Artinya, kadang berhasil tapi terkadang juga malah gagal serusak-rusaknya. Kita ngga akan pernah tau bagaimana rasanya sebuah kesakitn jika kita seumur hidup belum pernah jatuh tersandung kerikil atau bahkan tersayat ketika bermain-main dengan silet.
Well… ngga selalu harus mencoba segala sesuatu yang buruk dulu sebelum akhirnya ‘tertampar’ karena menyadari bahwa selama ini kita merasa belum terbangun dari sebuah ketidaksadaran diri.
Cukup perhatikan orang – orang yang berada di sekeliling kita. Apa yang mereka rasakan ketika merasa senang atau bahkan sedih, perasaan itu akan tertular dengan sendirinya ke dalam diri kita.
Dari situ, rekaman yang telah disimpan dalam ingatan kita akan berputar ulang kembali.
Kita akan bisa merefleksikan apa yang terasa. Proyektor rasa.
Belajar memahami dan menajamkan perasaan ke dalam berbagai hal yang berbau sosial yang justru banyak hadir tepat di depan mata kita tanpa disadari.
Then just try it first..
And think.
Banyak yang berkata pada diri gw,
“ just go with the flow… ”
“ take it easy “
“ Tih.. don’t get too stuck with something which really does HURT you in every single day…”
Gw jadi lucu sendiri, kok kayanya ribet banget hidup gw.. hahaaha….
Tapi itulah,
Tinggal gimana caranya kita menyikapinya aja.
Bersyukur, being positive (act and minds),
Smile! =)
Bersyukur….banget, dikelilingi lingkaran pertemanan yang semuanya (yes, it is.. I said ALL OF IT) begitu menyenangkan. Memiliki jutaan cerita dan tawa yang bisa dibagi di setiap harinya, bahkan berbagi tangisan jika memang sedang dalam keadaan yang kurang mengenakkan.
Bersyukur dikasih Tuhan orang-orang seperti mereka,
Keluarga, sahabat, teman.
Kekayaan hidup yang tidak akan pernah habis, yang akan memberikan setiap pengalaman yang bermacam jenisnya.
Kekayaan hidup yang akan membuat kita merasa terberkahi dalam setiap hembusan nafas, karena telah dilahirkan ke dunia ini menyesapi segala rasa dan pelajaran yang berarti.
Seperti proyektor rasa yang gw coba simpulkan tadi,
Orang – orang yang berada di sekeliling gw menebarkan tawa dan suka citanya tanpa pamrih ke dalam setiap waktu. Mereka menginginkan sebuah kenangan dan ingatan tentang bagaimana rasanya membahagiakan orang lain dan ikut berbahagia atas kebahagiaan orang lain.
Gw pun tertular.
=)
No comments:
Post a Comment