Bagaimana menilai kebaikan hati orang lain?
Bagaimana caranya memaafkan orang yang telah berbuat jahat (bahkan SANGAT jahat) dengan kita?
*susah memang jika pada dasarnya berhati tidak tegaan..
Okelah gw akan bercerita,
Saya telah mencoba melupakan dan memaafkan, yang saya harap hanyalah balasan pahala dari Tuhan.
Ketika diri lo dirusak segala pengharapan dan angan-angan terdalamnya, oleh seseorang yang bahkan tidak menyadari bahwa dia telah berbuat sedemikian jahatnya ke diri lo? Then what would you do?
Sampai merasa betapa tololnya diri lo menangisi kebodohan yang terjadi….
*never mind, I’ll stop to tell you the stories. Sorry anyway..
Mungkin yang bisa gw katakan disini, GW TELAH MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN, tapi gw masih tidak bisa. Dan ngga akan pernah berani lagi berharap apapun. pada siapapun.
Seandainya saya mampu pun, saya ngga akan pernah mau melakukan itu.
Lagipula apa untungnya sebuah kebaikan dan siraman air dingin ke dalam kolam kosong yang sam sekali ngga sadar kalo sebenernya air telah perlahan-lahan bocor dan menghilang dari pandangan.
Lets say kalo kolam itu hanya bisa terbengong-bengong menjalani hidupnya..
(ahahaha, gw dendam banget sepertinya)
Ngga lah, buat apa. Gw dengan jelas akan berkata disini bahwa gw telah melupakan dan memaafkan.
Titik.
Toh saya punya kehidupan yang lebih baik sekarang.
No comments:
Post a Comment