
"Iqbal bilang menulis adalah terapi plg efektif bwt kalut jiwa.. Org2 yg ekspresi dan gejolak batinnya tertuang dlm tulisan terutama dr hasil refleksi pikir dan kontemplasi dr pngalaman2,tdk perlu seorang dokter atau psikolog atau ahli kejiwaan untk menakar ksehatannya.."
Mohammad iqbal, filsuf&sastrawan islam abd ptngahan.asal pakistan..bukunya yg trkenal ashrar i kudhi..artiny rahasia diri.*kutipan percakapan comment dari sebuah notes di facebook teman SMA.. Rina Mardiana dan seseorang Alex Atmadikara (temannya Rina)
------------------------------------------------------------------------------------
saya setuju dengan kalimat itu. sangat setuju.
menulis bagi saya memang sebuah obat yang paling ajaib yang bisa memusnahkan segala rasa yang terlalu bergejolak di dalam kepala dan hati.
disaat kekalutan dan kekhawatiran tertanam dalam-dalam di jiwa.
disaat saya ingin menumpahkan segala emosi yang berkecamuk.
itulah esensinya.
inipun adalah sebuah cara bagi saya untuk menjadikan setiap penggal kenangan tertata rapi di otak, karena setidaknya saya pernah menulis ulang, menceritakannya dan mengulas balik semua.
maklum.
mungkin saya menderita short memory syndrom or kinda thing..
*tapi amit2 deh punya penyakit yang mengerikan seperti itu.naudzubillah.
simpelnya, saya memang pelupa.
dengan tulisan juga,
apa yang saya tidak mampu ucapkan.
toh bisa saya tuangkan disini dan tinggal berkata,
" baca aja di blog gw"
heehe
tapi saya benar-benar setuju sama kalimat diatas.
-----------------------------------------------------------------------------------
here it is...
who's Muhammad Iqbal ?
Muhammad Iqbal, penyair, pujangga dan filsuf besar abad ke-20, lahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877 – meninggal di Lahore, 21 April 1938 pada umur 60 tahun.
seorang pemikir, pujangga, pembaharu Islam Iqbal yang bukan saja berpengaruh di negerinya Pakistan tapi juga di Indonesia sendiri. Di dalam kehidupannya Iqbal berusaha secara serius terhadap perumusan dan pemikiran kembali tentang Islam. Meskipun Iqbal tidak diberi umur panjang tapi lewat tarian penanyalah yang menghempaskan bangunan unionist dan meratakan jalan untuk berdirinya Pakistan, memang pena lebih tajam dari pada pedang. Dia mengkritik sebab kemunduran Islam kerena kurang kreatifnya umat Islam, konkritnya bahwa pintu Ijtihad telah ditutup. Sehingga umat Islam hanya bisa puas dengan keadaan yang sekarang didalam kejumudan.
*wikipedia.com
No comments:
Post a Comment