PESONA WAMENA DI KAKI LANGIT..
Lembah Baliem dan Suku Dani
*dikutip dari tulisan Meiske Surjadinata, artikel with SE K850i FHM magz April 2008
Udara dingin menyergapku saat aku menjejakkan kaki di lapangan udara Wamena. Setelah berganti pesawat 3 kali, disambung perjalanan mobil 1 ½ jam, akhirnya sampailah aku di Lembah Baliem. Lembah yang menyimpan berjuta misteri dan kekayaan budaya asli suku asli tertua dan terbesar di Papua, Suku Dani.
Ditemani oleh local guide, Tarry Lonna Yikwa, aku mendapatkan surprise yang benar-benar luar biasa. Tarry mengajakku ke Desa Jiwika, Kampung Sompatima, menemui kepala Suku Dani. Dalam perjalanan, aku berjumpa dengan Tuan Konono Mabel yang memperlihatkan Mummi Kurulu berumur lebih dari 300 tahun.
Memasuki Desa Jiwika, aku dikagetkan dengan tarian perang-perangan. Mereka mengerumuniku, sementara rasa khawatir melandaku, mataku mencari-cari Tarry, berharap dia tidak meninggalkanku. Ahh, ternyata dia hanya tersenyum dan melaimbaikan tangannya padaku, mengisyaratkan bahwa aku tidak perlu khawatir. Tanganku disambut hangat oleh salah satu anak muda yang ternyata adalah anak dari Kepala Suku, Tuan Yalli Mabel (58 tahun). Ia mempersilahkan aku memasuki desanya. Matanya yang memancarkan keramahan dan ketulusan yang menghilangkan keraguan dan kekhawatiran dalam hatiku.
Mukanya selalu tersenyum dan kharismanya yang kuat terpancar pada saat dia menjabat tanganku, mengatakan ‘kinawonak’ (selamat datang) dan ‘wawawa.wawawa’, ucapan terima kasih akan kehadiranku. Ia memperlihatkan desanya yang terdiri dari 6 honai (rumah adat suku Dani yang terbuat dari rumput alang-alang) yaitu 4 honai untuk perempuan, 1 untuk laki-laki dan 1 honai memanjang untuk dapur dan menyimpan babi. Tinggi honai sekitar 2 meter dengan 2 tingkat di dalamnya, yang dapat menampung 4 orang dewasa dan 2 anak-anak.
Aku memasuki salah satu honai, di dalamnya terdapat tungku pemanas, selebihnya kosong. Aku tidak dapat membayangkan 6 orang berada di dalam honai yang sempit ini.
Di desa tersebut, aku beruntung dapat menyaksikan bakar batu untuk memasak ubi dan daging babi, serta gelaran kerajinan tangan. Aku membeli gelang, kalung, dan noken (sejenis tas untuk membawa hasil kebun yang biasa ditaruh diatas kepala) sebagai oleh-oleh.
Iseng aku bertanya kepada pada Tarry tentang koteka yang menjadi ciri khas dari Suku Dani. Ternyata koteka dapat dipakai hingga 5-10 tahun (tergantung dari kondisinya)
Ada tradisi mas kawin yang unik. Babi adalah hewan sacral yang dapat menjadi mas kawin. Hampir aku ditawar untuk ditukar dengan 15 ekor babi.
Wajahku langsung berubah pucat, namun melihat pandangan jenaka dari kepala suku, membuatku menghela nafas lega. Tapi memang benar, untuk mas kawin, 1 perempuan dihargai sampai 5 ekor babi besar. Dan Tuan Yalli Mabel memiliki 4 orang istri.
Satu hal yang meninggalkan kesan mendalam, keramahan dan ketulusanpancaran mata suku Dani tidak akan kulupakan. Lembah Baliem mengubur hiruk-pikuk dan polusi Jakarta di pikiranku.
Indah, tak terjamah…
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yak, sepertinya saya telah memutuskan.
Bahwa saya akan benar-benar serius menapaki alam.
Ini bukanlah sekedar ‘ikut-ikutan’ atau semacamnya, gw murni termotivasi oleh Indah Darmastuti Kepompong *thanks a a lot buat mba Melan yang udah minjemin novel ini. =)
Dan buat yayaya yang membuat gw merenung lebih dalam.
Gw sadar mimpi gw masih banyak, tapi insya allah satu persatu bisa gw gapai.
Gw juga sadar kalo seorang arsitek memang diciptakan untuk menjadi seorang arsitek oleh Tuhannya.
Like 99’s architect said.
Lagipula alam udah sedemikian rusaknya, masa gw sedikitpun masih belom bisa berbuat sesuatu gitu?!? Setidaknya untuk lingkungan terdekat gw, untuk negri gw sendiri, Indonesia. Dan apakah manusia bisanya cuma merusak, lagi lagi dan lagi. Gw rasa ngga.
Sedemikian besarnya upaya orang-orang di seluruh dunia yang menggembar-gemborkan SAVE OUR EARTH, OUR ENVIRONMENT. Sampe green living concept seolah jadi tren abad ini, padahal seharusnya kita sadar kalo ini tuh untuk ‘menggertak’ kita semua supaya cepet2 sadar kalo ga cepet bertindak sesuatu, mau hidup dimana kita 10-20 taun mendatang?
Makanya meskipun gw seolah punya percabangan ilmu (yang pengen gw tekuni) sangat banyak, tapi gw tetep harus konsisten sama satu arah. Sebuah jalan lurus yang udah gw cita-citakan sejak awal, sebuah tujuan.
Okelah di perjalanan gw mencapai tujuan itu, dalam prosesnya, gw menemukan dan mencoba menggali segalanya dengan sangat banyak bahkan cenderung serakah. Karena memang benar, esensi kita hidup bukan hanya melalui keseharian ini dengan ‘kosong’ dan membosankan.
Gw gak mau lagi ceroboh dan menyia-nyiakan semua itu. Gw pengen diri gw disesaki pengalaman dan pelajaran yang berarti. At least semua yang telah gw tapaki, gw lihat, dengar dan rasakan tentunya punya arti sendiri-sendiri, mau itu besar atau kecil.
Yak.
Bismillahirrahmaanirrahiim..…
Sekarang sepertinya gw telah menemukan tujuan hidup gw, gw tau apa yang gw inginkan dan kemana.
Detik ini, February 27 2010 jam 10.44 am
Gw tau gw akan berbuat apa dan bagaimana untuk kehidupan gw sekarang dan selanjutnya.
Gw pasti bisa.
Pasti.
Berikut sedikit rencana di pikiran gw yang akan gw lakukan :
1. Bertualang ke Mentawai,
Gw bener-bener berjanji akan memberikan sebuah laporan lengkap tentang Kebudayaan mereka dan detail arsitektur rumah adat ‘Uma’ Suku Mentawai for free, hanya sebagai ‘hadiah’ *mungkin adissa dan ismi juga akan gw ajak dalam ekspedisi ini* Karena pada kenyataannya memang informasi tentang Mentawai minim banget.
2. Pendakian ke beberapa gunung HARUS gw taklukkan. Entah bagaimana pun caranya, lewat organisasi dan perkumpulan pecinta alam dari mana pun akan gw lakukan. Gunung Gede Pangrango, Semeru, Merbabu, Merapi, Rinjani, Kerinci, named it! I’ll be there.
3. Masuk kedalam LSM yang concern dengan isu lingkungan, ikut dalam sebuah project konservasi hutan maupun binatang di sudut hutan terdalam di Kalimantan, I’ll do it for free lance on my holiday time. Titik kuncinya FOKUS sama tujuan awal.
4. Mulai browse tentang arsitektur lingkungan yang ramah lingkungan.
5. Bahan bangunan ramah lingkungan,
6. Upaya pengolahan dan pembangunan dengan resiko minim merusak alam,
7. Upaya-upaya penyelamatan hutan dan alam,
8. Bahan alami terbaik untuk membangun bangunan yang tersedia di alam sekitar.
9. Arsitektur adat berbagai suku di Indonesia (dan kalo udah selesai bisa mulai merambah ke suku2 di Asia, Afrika, Amerika, Eropa.semua!!) ;p
10. Tokoh-tokoh arsitektur yang konsisten dengan inovasi pembangunan yang tidak menyakiti alam sekitarnya. Contoh : Michael Jantzen.
11. BELAJAR BERCOCOK TANAM DENGAN BAIK DAN BENAR, as simple as that. Setidaknya kita bisa nyumbang satu pohon untuk ‘tambahan nafas’ paru-paru dunia yang udah kritis. hehe
sebenernya masih panjang sih,
list to do-nya, tapi segini dulu lah...
yang penting realistis,wahaha. amin insya allah... =)
cause, I AM REALLY EXCITED TO BE PART OF IT.
Penting! Some stuffs..
Here they are,
Need to buy?
• Sealskinjz socks 362.200
• Crash pad dome tent 905.000
• Inov-8 terroc 330 185.000
• Phantom 32 sleeping bag 3.260.000
• Petzi myo xp 996.000
• Turbo flame 145.000
*sepertinya harganya udah ga segini, karena gw tau barang-barang ini 2 tahun lalu dari sebuah artikel. hehe
jadi.. ayoo yang mau naik gunung, ajak saya yah! ;D
No comments:
Post a Comment